
Butuh waktu 20 menit untuk menunggu dua potong pancake ala Jepang di The Pancake Co. by Dore. Saat sedang ramai pengunjung, bahkan butuh waktu 40 menit untuk bisa menyantap pancake yang sedang tren ini.
Buat sebagian orang ini tak lazim, tetapi tentu ada alasan mengapa butuh waktu lama untuk membuat pancake dan tentu ada rasa yang akhirnya menjawab lama penantian.
"Kelihatannya memang mudah membuat pancake ini, tetapi sebenarnya sulit. Chef kami butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa mahir," kata Founder The Pancake Co. By Dore, Yoanita Tombokan di gerai The Pancake Co. by Dore, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Yoan menjelaskan bahwa pancake ala Jepang tidak sama dengan pancake ala Amerika. Pancake ala Jepang lebih tepat disebut souffle pancake atau nama tenarnya fluffy pancake.
Teksturnya mirip dengan souffle, kue dengan bahan sederhana tetapi butuh teknik dan ketelitian tinggi untuk membuatnya.
Pertama semua bahan pancake butuh ditimbang secara presisi. Kemudian sebagai restoran pancake, The Pancake Co. by Dore tidak dapat menyetok adonan pancake.
"Kami harus buat adonan kalau ada pesanan. Kalau menyetok, adonannya kempes. Jadi harus saat itu juga," ujar Yoan.
Mesin pengaduk tidak berhenti mengaduk lantaran banyaknya pesanan pancake. Setelah diaduk, adonan pancake lantas dipanggang di atas wajan datar.
Dibalik satu sisi ke sisi lain, dan ditutup agar panas merata sampai ke bagian dalam pancake. Koki pancake juga menggunakan pengatur waktu dan suhu yang harus presisi.
Tekstur yang ringan, lembut, dan mengembang membuat koki harus berhati-hati setiap menyentuh pancake dengan sodet. Salah sedikit saja, pancake dapat pecah dan tak layak disajikan ke konsumen. Lantas butuh waktu 20 menit lagi untuk membuatnya.
Seperti disebutkan, pancake ala Jepang menyerupai souffle tetapi dengan pinggiran lembut, tidak garing seperti souffle yang dipanggang di-oven.
Comments
Post a Comment