Berita Wisata terkini 7 Tips untuk Meminimalkan Risiko Tersesat saat Mendaki Gunung

Berita wisata terkini Ilustrasi Pendaki Gunung.

Tragedi hilangnya Thoriq Rizki Maulidan di Gunung Piramid Bondowoso selain meninggalkan duka mendalam, juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pendaki gunung.

Tentu semua orang berharap agar tidak ada tragedi pendaki gunung yang hilang ke depannya. Guna mewujudkan harapan itu, dibutuhkan usaha dan upaya untuk setidaknya mengurangi risiko tersesat saat mendaki gunung.

Lalau apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko tersesat ketika mendaki gunung? Berikut 7 tips yang dihimpun KompasTravel.

Sebelum mendaki, lebih baik jika kamu terlebih dahulu melapor atau mendaftar di basecamp pendakian. Biasanya pihak basecamp akan memberikan peta sehingga ada gambaran mengenai jalur pendakian yang akan dilalui nantinya.

Beberapa basecamp pendakian kini juga menjelaskan setiap pendaki agar mereka lebih mengerti seputar jalur pendakian yang akan dilewati. Prosedur ini ditujukan untuk meminimalkan risiko tersesat sejak pendakian dimulai.

Selain itu andai seorang pendaki tersesat, pihak basecamp juga bisa untuk segera mengambil tindakan penyelamatan. Biasanya jika pendaki belum turun usai melewati rencana waktu turun yang ditulisnya saat akan mendaki, pihak basecamp akan segera menyiagakan personel.

Untuk lebih meminimalkan risiko tersesat, ada baiknya untuk menyewa pemandu. Beberapa basecamp pendakian kini menyediakan jasa pemandu untuk menjaga pendaki tetap berjalan di jalur semestinya sehingga mereka tidak akan salah jalur dan tersesat.

Pemandu biasanya sudah sangat berpengalaman dan tahu mengenai seluk-beluk jalur pendakian. Pendaki pun tidak perlu bingung ketika menemui percabangan. Pemandu akan langsung memberi tahu jalan mana yang akan dipilih.

Selain itu, tidak jarang pemandu akan memberi tahu lokasi atau spot foto yang menyajikan pemandangan menawan. Spot itu biasanya dilewatkan oleh pendaki yang tidak menyewa pemandu.

Comments