Berita Wisata terkini Tak Hanya Ikan Asin, Ada Beberapa Strategi Mengawetkan Ikan

Berita wisata terkini Anwar, warga Desa Layeun, Kecamatan Lhok Seudu, Kabupaten Aceh Besar, sedang mengolah ikan segar menjadi ikan asin, Minggu (25/3/2018). Ikan segar yang dibeli langsung dari hasil tangkapan nelayan Lhok Seudu diolah menjadi ikan asin yang nantinya akan dipasarkan ke Medan, Padang, dan sejumlah daerah di Aceh dengan harga berkisar Rp 30 hingga Rp 40 ribu per kilogramnya.

Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan hasil ikannya. Namun ikan bukanlah sesuatu yang awet jika begitu saja dibiarkan tanpa pengolahan.

Beberapa cara kerap dilakukan sebagai strategi untuk pengawetan ikan. Utamanya ketika stok melimpah, namun permintaan pasar sedang sedikit. Tak hanya ikan asin, Indonesia mengenal beberapa cara mengolah ikan supaya lebih awet.

Berikut ini beberapa strategi mengolah ikan supaya awet yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia:

1. Ikan Asin

Mengolah ikan menjadi ikan asin banyak dilakukan di berbagai tempat di Indonesia.

Pengolahan ikan asin dilakukan dengan cara dibersihkan, direbus dengan air garam, kemudian dijemur selama dua hari hingga kering.

Salah satunya adalah pengolahan Ikan asin Lhok Seudu, di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Ikan Asin Lhok Seudu terkenal baik kualitasnya karena pengolahannya dilakukan langsung setelah menampung ikan segar hasil tangkapan nelayan tradisonal setiap pagi tanpa menggunakan pengawet atau formalin.

2. Ikan Asap

Salah satu tempat di Indonesia yang terkenal dengan pengolahan ikan asapnya adalah di Desa Penatarsewu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Saking terkenalnya, daerah ini sampai dijuluki dengan Kampung Asap.

Berbeda dengan pembuatan ikan asin, yang diasinkan dengan garam, pembuatan ikan asap dilakukan dengan asap.

Comments